ALINYEMEN VERTIKAL PDF

3 Perhitungan Alinyemen Vertikal Untuk menyerap guncangan dan untuk menjamin jarak pandangan henti, lengkung vertikal harus disediakan pada setiap. Makalah Alinyemen Horizontal. Alinyemen Horizontal merupakan salah satu materi dalam mata kuliah Teknik Jalan Raya, Jurusan Teknik Sipil. View Academics in Alinyemen Vertikal on

Author: Shakakora Niramar
Country: Estonia
Language: English (Spanish)
Genre: Music
Published (Last): 3 February 2011
Pages: 230
PDF File Size: 6.6 Mb
ePub File Size: 11.56 Mb
ISBN: 659-4-86577-906-2
Downloads: 21811
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tazil

Soal Alinyemen Horizontal mantap.

Alinyemen Vertikal

Perencanaan Dan Perhitungan Alinyemen Vertikal satu. Sering kali disebut juga sebagai penampang memanjang jalan. Perencanaan alinyemen vertikal dipengauhi oleh besarnya biaya pembangunan yang tersedia. Alinyemen vertikal yang mengikuti muka tanah asli akan mengurangi pekerjaan tanah, tetapi mungkin saja akan mengakibatkan jalan itu terlalu banyak mempunyai tikungan. Tentu saja hal ini belum tentu sesuai dengan persyaratan yang diberikan sehubungan dengan fungsi jalannya.

Muka jalan sebaiknya diletakkan sedikit di atas muka tanah asli sehingga memudahkan dalam pembuatan drainase jalannya, terutama di daerah yang datar.

Pada daerah yang sering kali dilanda banjir sebaiknya penampang memanjang jalan diletakkan di atas elevasi muka banjir. Di darah perbukitan atau pegunungan diusahakan banyaknya pekerjaan galian seimbang dengan pekerjaan timbunan, sehingga keseluruhan biaya yang dibutuhkan tetap dapat dipertanggung jawabkan. Jalan yang terletak di atas lapisan tanah yang lunak harus pula diperhatikan akan kemungkinan besarnya penurunan dan perbedaan penurunan yang mungkin terjadi.

Dengan demikian penarikan alinyemen vertikal sangat dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan seperti: Alinyemen vertikal disebut juga penampang jalan yang terdiri dari garis — garis lurus dan garis — garis lengkung. Garis lurus tersebut dapat datar, mandaki atau menurun, biasa disebut berlandai. Landai jalan dinyatakan dengan persen. Pada umumnya gambar rencana suatu jalan dibaca dari kiri ke kanan, maka landai jalan diberi tanda positif untuk pendakian dari kiri ke kanan, dan landai negatif untuk penurunan dari kiri.

Pendakian alunyemen penurunan memberi effek yang berarti terhadap gerak kendaraan. Sebaliknya ditinjau darikepentingan drainase jalan, jalan berlandailah yang ideal. Dalam perencanaan disarankan menggunakan: Landai datar untuk jalan — jalan di atas tanah timbunan yang tidak mempunyai kereb.

Lereng melintang jalan dianggap cukup untuk mengalirkan air di atas badan jalan dan kemudian ke lereng jalan. Kelandaian ini ckup membantu mengalirkan air hujan ke inlet atau saluran pembuangan.

Lereng melintang hanya cukup untuk mengalirkan air hujan yang jatuh di atas badan jalan, sedangkan landai jalan yang dibutuhkan untuk membuat kemiringan dasar saluran samping. Pengaruh dari adanya kelandaian ini dapat terlihat dari alinjemen kecepatan jalan kendaraan atau mulai dipergunakannya gigi rendah.

Kelandaian tertentu masih dapat diterima jika kelandaian tersebut mengakibatkan kecepatan jalan tetap lebih besar dari setengah keepatan rencana. Untuk membatasi pengaruh perlambatan kendaraan truk terhadap arus lalu lintas, maka ditetapkan landai maksimum untuk kecepatan rencana tertentu.

  EL CASO DOMINIQUE FRANCOISE DOLTO PDF

Bina Marga luar kota menetapkan kelandaian maksimum seperti pada tabel 5. Jika tidak terbatasi oleh kondisi keuangan, maka sebaiknya dipergunakan kelandaian sandar.

AASHTO membatasi kelandaian maksimum berdasarkan keadaan medan apakah datar, perbukitan ataukah pegunungan.

Academics in Alinyemen Vertikal –

Panjang kristis suatu kelandaian Landai maksimum saja tidak cukup merupakan fator penentu dalam perencanaan alinyemen vertikal, karena jarak yang pendek memberikan faktor pengaruh yang berbeda dibandingkan dengan jarak yang panjang pada kelandaian yang sama. Kelandaian besar akan mengakibatkan penurunan kecepatan truk ang cukup berarti jika kelandaian tersebut dibuat pada panjang jalan yang cukup panjang, tetapi kurang berarti vetrikal panjang jalan dengan kelandaian tersebut hanya pendek saja.

Pengurangan kecepatan truk dipengaruhi oleh besarnya alingemen rencana dan kelandaian. Tetapi pada kecepatan rencana yang rendah, kelandaian tidakbegitu mengurangi kecepatan truk. Lajur pendakian Pada jalan — jalan berlandai dan volume yang tinggi, seringkali kendaraan berat yang bergerak dengan kecepatan di bawah kecepatan rencana menjadi penghalang kendaraan lain yang bergerak dengan kecepatan sekitar kecepatan rencana. Untuk menghindari hal tersebut perlulah dibuatkan lajur pendakian.

Lajur pendakian adalah lajur yang disediakan khusus untuk truk bermuatan berat atau kendaraan lain yang berjalan dengan kecepatan yang lebih rendah, sehingga kendaraan lain dapat mendahului kendaraan yang lebih lambat tanpa mempergunakan lajur lawan.

ALINYEMEN VERTIKAL.pdf

Lengkung vertikal tersebut direncanakan sedemikian rupa sehingga memenuhi keamanan, kenyamanan dan drainase. Jenis lengkung vertikal dilihat dari letak titik perpotongan kedua bagian lurus tangenadalah: Lengkung vertikl cekung, adalah lengkung di mana titik perpotongan antara kedua tangen berada di bawah permukan jalan.

Lengkung vertikal cembung, adalah lengkung dimana titik perpotongan antara kedua tangen berada di atas permukaan jalan yang bersangkutan. Lengkung vertikal dapat berbentuk salah vertioal dari enam kemungkinan pada gambar 5.

coal mill peningkatan tonase vertikal principle

Lengkung vertikal type a, b dan c dinamakan lengkung vertikal cekung. Lengkung vertikal type d, e dan f dinamakan lengkung vertikal cembung. Persamaan lengkung vertikal Bentuk lengkung vertikal yang umum dipergunakan adalah berbentuk lengkung parabola sederhana. B Titik A, titik peralihan dari bagian tangen ke bagian lengkung vertikal. Biasa diberi simbul PLV peralihan lengkung vertikal. Titik perpotongan kedua bagian tangen diberi nama titik PPV pusat perpotongan vertikal.

Letak titik — titik pada lengkung vertikal dinyatakan dengan ordinat Y dan X terhadap sumbu koordinat yang melalui titik A.

Pada penurunan rumus lengkung vertikal terdapat beberapa asumsi yang dilakukan, yaitu: Kelandaian diberi tanda positif jika pendakian, dan diberi tanda negatif jika penurunan, yang ditinjau dari kiri. Hanya bedanya, jika Ev yang diperoleh positif, berarti lengkung vertikal cembung, jika negatif, berarti lengkung vertikal cekung. Dengan mempergunakan persamaan 35 dan 36 dapat ditentukan elevasi setiap titik pada lengkung vertikal. Bertanda negatif, berarti ke atas darigaris tangen lengkung vertikal cekung.

  AP89042 DATASHEET PDF

Hal ini disebabkan kelandaian tidak menerus, tetapi berubah di titik PPV. Jadi x dihitung dari titik PTV. Elevasi di sembarang titik pada alinyemen vertikal ditentukan dari kelandaian dan ordinat y. Hanya saja untuk masing — masing lengkung terdapat batasan — batasan yang berhubungan dengan jarak pandangan. Pada lengkung vertikal cembung, pembatasan berdasarkan jarak pandangan dapat dibedakan atas 2 keadaan yaitu: Jarak pandangan berada seluruhnya dalam daerah lengkung S L.

Air di samping jalan tidak mengalir lancar. Untuk menghindari hal tersebut di atas panjang lengkung vertikal biasanya dibatasi tidak melebihi 50 A. Persyaratan panjang lengkung vertikal cembung sehubungan dengan drainase: Jika perbedaan aljabar landai kecil, maka panjang lengkung vertikal yang dibutuhkan pendek, sehingga alinyemen vertikal tampak melengkung.

Oleh karena itu disyaratkan panjang lengkung yang diambil untuk perencanaan tidak kurang dari 3 detik perjalanan. Letak penyinaran lampu dengan kendaraan dapat dibedakan atas 2 keadaan yaitu: Jarak pandangan akibat penyinaran lampu depan L.

Panjang lengkung vertikal cekung minimum diperhitungkan berdasarkan jarak pandangan henti minimum dengan mengabil tinggi mata pengemudi truk yaitu 1,80 m dan tinggi objek 0,50 m tinggi lampu belakang kendaraan.

Panjang lengkung vertikal cekung minimum yang dapat memenuhi syarat kenyamanan adalah: Kenyamanan mengemudi pada lengkung vertikal cekung Panjang lengkung vertikal cekung dengan mempergunakan persamaan 36 pendek jika perbedaan kelandaiannya kecil. Hal ini akan mengakibatkan alinyemen vertikal kelihatan melengkung.

Pedoman umum dalam perencanaan alinyemen vertikal Alinyemen vertikal secara keseluruhan haruslah dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemakai jalan. Untuk itu sebaiknya diperhtikan hal — hal sebagi berikut: Pada alinyemen vertikal yang relatif datar dan lurus, sebaiknya dihindari hidden dip, yaitu lengkung — lengkung vertikal cekung yang pendek, dan tidak terlihat dari jauh. Pada landai menurun yang panjang dan tajam, sebaknya dikuti oleh pendakian, sehingga kecepatan kendaraan yang telah bertambah besar dapat segera dikurangi.

Jika direncanakan serangkaian kelandaian, maka sebaiknya kelandaian yang paling curam diletakkan di bagian awal, diikuti oleh kelandaian yang lebih kecil. Sedapat mungkin dihindari perencanaan lengkung vertikal yang sejenis cembung atau cekung dengan hanya dipisahkan oleh tangen yang pendek.

Remember me Forgot password? SITE To ensure the functioning of the site, we use cookies. We share information about your activities on the site with our partners and Google partners: Your consent to our cookies if you continue to use this website.